Ciri-ciri Mereka Yang Mendapat Malam Lailatul Qadar

Lailatul Qadar, malam yang penuh dengan pengampunan dan keberkatan.

Kini kita berpuasa sudah memasuki pertengahan Ramadan. Sepuluh terakhir Ramadan kita dijanjikan dengan satu malam yang penuh keberkatan, yang menyamai 1000 bulan iaitu malam Lailatul Qadar.

Tentu ada yang bertanya bagaimana tanda-tanda seseorang itu berjaya memperolehi Lailatul Qadar?

Berikut apa yang dipetik dari ummi-online.com.

Bisakah secara kasar mata manusia mengetahui jika ada seseorang yang mendapatkan malam seribu bulan? Rasa penasaran yang membuncah mendorong keingin tahuan yang cukup tinggi dari seorang hamba untuk bisa menemui lailatul qadar, atau paling tidak menemui seseorang yang dapatkan keberkahan malam itu.

Secara pasti memang tidak ada nash yang sebutkan tanda-tanda orang yang sangat beruntung mendapatkannya. Namun, jangan khawatir karena kita ternyata masih bisa mengenali cirri-cirinya. Menurut ustadz Ahmad Zaky ciri-cirinya ada tiga yakni, orang tersebut selalu ingin dan berusaha menjadi yang terbaik dimata Allah maupun manusia, ini adalah cirri yang petama. Sedang ciri yang kedua adalah orang tersebut selalu merasa kurang dalam beribadah, padahal seluruh ibadah wajib maupun sunat sudah ia kerjakan. Dan yang ketiga ia menjadi orang yang tak sombong kepada atasan maupun bawahannya. Dari segi wajah ia terlihat lebih bersinar dan enak dipandang mata, dan ini hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang dekat dengan Allah.

Ada pula yang menyebutkan cirri-ciri lain dari orang yang tengah mendapatkan lailatul qadar itu adalah

1. Orang yang mendapatkan lailatul qadar akan melihat semua dengan terang dikegelapan malam. Hal ini tidak semua hamba bisa melakukan hal serupa jika bukan yang dipilihNya. Kebanyakan manusia tidak akan bisa melihat dengan jelas apalagi terang saat digelapnya malam. Dan atas kuasaNya seorang hamba pilihanNya pada malam itu seolah tak melihat kegelapan malam, karena semuanya serba terang.

2. Ia seolah dapat melihat seluruh benda dan makhluk di bumi bersujud kepada Allah

Tanpa kita sadari sebenarnya semesta ini bersujud dan bertasbih kepada Allah, namun manusia tak bisa begitu saja bisa melihatnya secara kasat mata. Dan orang yang beruntung mendapatkan anugrah lailatul qadar ini akan bisa melihat semesta alam dan seluruh isi yang ada didalamnya bersujud pada Allah!

3. Bisa mendengar suara malaikat dan semua tutur katanya.

Rasulullah saat didatangi peristiwa luarbiasa dalam sujud saat mengimami shalat malam dengan para sahabatnya, beliau memang sujud begitu lama, padahal hujan datang mengguyur dengan lebatnya di masjid yang tak beratap sempurna. Seluruh tubuhnya basah, namun sama sekali tak mau beranjak, sampai para sahabat banyak yang menggigil, ternyata beliau didatangi malaikat yang bersesakan turun ke bumi dengan dengungan tasbih tak henti-hentinya. Suara malaikat yang begitu indah, diantara kedamaian yang luarbiasa dalam terang benderang!

4. Terkabul semua doa-doanya. Kala lailatul qadar datang pada seorang hamba, maka doa-doa yang terpanjat, seberapa banyaknya akan dikabulkan oleh Allah.

5. Bahkan ada yang mengatakan orang itu tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa yang berupa fisik, namun bisa merasakan kedamaian, kekhusukan yang luar biasa. Memang perasaan kedamaian yang luarbiasa yang hampir tak pernah dirasakan sebelumnya, adalah hal yang paling sering dijumpai hamba yang mendapatkan lailatul qadar.

6.Karena sudah mengalami peristiwa spiritual yang luar biasa, maka akan tambah kuatlah imannya, perilaku sehari-hari akan lebih baik tentunya seperti senang sedekah, jauhi ghibah dan hal-hal yang tidak manfaat, lebih mampu mengendalikan diri dan lebih toleran pada oranglain, tak peduli golongan, suku bahkan agamanya.

Untuk poin terakhir ini perlu mendapat perhatian, karena sejujurnya sampai saat inipun orang-orang yang mengaku fanatic pada Islam namun pada kenyataannya ia sebenarnya malah kerdil dalam mengaktualisasikan Islam sebagai rahmatalil ‘alamin dalam kehidupan sehari-hari. Jangankan dengan agama lainnya, dengan umat yang sama-sama beragama Islampun namun berbeda golongan atau mazhab juga cara pandang terkadang susah bisa sejalan seirama, bahkan cenderung menjadi pembenci dan suka menghujat.

Padahal jika dirunut Rasulullah adalah umat yang paling toleran pada umat lain dizamannya, baik Yahudi, Majusi dan Nasrani. Rasulullah menghargai dan menghormati dan tidak menganggu mereka secara fisik dan psikis selama mereka tidak menganggu Islam. Sikap bijaksana ini memang patut menjadi panutan. Meraih lailatul qadar bukan perkara mudah jika manusia masih juga bersifat sombong dan mengira paling benar sendiri dan bersifat kerdil hati. “harga” untuk malam seribu bulan tidaklah “murah”, perlu perjuangan akhlak yang diperbaharui tanpa henti. Namun sejatinya Ia juga bukan “mahal”, bagi hambanya yang memang benar-benar terpilih tanpa memandang ras, golongan, usia juga status social, dan berperilaku seperti yang dituturkan oleh Ustadz Ahmad Zaky diatas. Walahu’alam bi Showab.

Referensi:

-Candra Nila Murti Dewojati, Strategi Jitu Meraih Lailatul Qadar, Penerbit Qibla, 2014

Artikel Berkaitan

Apa Kata Anda

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *